mitos-mobil-yang-salah

Beberapa Mitos Yang Salah Tentang Mobil di Tahun 2016

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke 3 di dunia, dan menjadi salah satu negara yang potensial untuk pasar produsen mobil bahkan jual oli total. Banyak mobil-mobil produksi internasional dengan mudahnya masuk pasar Indonesia. Salah satu yang paling dominan tentu saja mobil merek-merek eropa seperti BMW, Aston Martin, dan beberapa merekan lain.

mitos-mobil-yang-salah

 

Mobil-mobil yang masuk pasar ini, setiap tahun mengusung teknologi baru yang tentu saja memiliki keunggulan tersendiri. Seperti teknologi injeksi mesin, yang memiliki karakter mesin berbeda dengan mobil yang menggunakan karburator based. Hal ini tentu memiliki penanganan yang berbeda, dan hal ini berkaitan dengan mitos-mitos yang berkembang di Indonesia tentang perawatan kendaraan bermotor. Apa saja mitosnya? Coba diingat-ingat…

  1. Mobil tidak boleh langsung dipakai dengan kecepatan tinggi pada saat pertama membeli (indreyen). Karena dihawatirkan akan merusak friksi mesin, mitosnya gitu. Tapi ternyata mesin mobil di tahun 2016 telah diproduksi menggunakan teknologi analisis digital. Sehingga kini, anda bebas untuk memacu kendaraan anda, walau pertama kali membelinya.
  2. Panaskan mesin di pagi hari, hayo siapa yang masih melakukan ini?Konon jual oli total mesin akan mengendap pada beberapa bagian, dan endapannya ini akan berbahaya, bisa mengakibatkan friksi pada silinder mesin. Pemanasan dimaksudkan untuk membuat suhu sekitar area yang disinyalir oli tersebut mengendap lebih stabil dan oli bisa mengalir sempurna. Tapi ternyata oli untuk mesin mobil ditahun 2016 telah menerapkan low density temperatur control. Yang artinya, walau tanpa harus pemanasan, ia tidak akan mengendap.
  3. Gas kencang-kencang sebelum mesin dimatikan? wah ini bukannya malah akan membuang BBM dengan percuma ya? Dulu mungkin melnekan pedal gas akan membuang kotoran yang tersisa dari hasil pembakaran. Namun seiring perkembangan, semua kotoran dalam mesin sudah di atasi dengan keberadaan filter pada bagian dalam mesin.
  4. Mesin besar, pasti boros jual oli total dan konsumsi bahan bakar dan oli total. Eits siapa bilang? Aturan ini sudah tidak berlaku lo semenjak ada Rumusan Power To Weight Ratio. Dengan rumusan ini, para produsen mobil semakin lihai mengedepankan keunggulan hemat BBM.
  5. Mobil matic tidak lincah di tanjakan. Wohoo, ini yang menjadi pertanyaan besar jaman dulu. Tapi dengan perkembangan teknologi, mobil matic pun ikut merubah sistem mesinnya agar lebih lincah di tanjakan.

Leave a Reply