Jalin Kerjasama 5 Negara, Atasi Sampah Indonesia

Produksi sampah di Indonesia terbesar ke 2 di dunia

Fakta yang mengejutkan bukan, walau kita disebutkan sebagai negara kecil namun memiliki sebuah prestasi produsen sampah terbesar di dunia. Setidaknya 5 ton sampah diproduksi dari kegiatan sehari-hari warga masyarakat Indonesia.  Sampah-sampah ini bahkan menjadi limbah yang berbahaya bagi kehidupan darat dan lautan, walau bentuknya hanya merupakan sampah plastik.

Masyarakat Indonesia masih belum terlalu sadar tentang pengelolaan sampah secara bijak, hal ini terlihat pada kehidupan sehari-hari masyarakat kita yang masih menggunakan plastik sebagai tempat untuk menyimpan atau membawa berbagai macam bahan belanjaan.

pengolahan-sampah

Tentu hal ini menjadi fokus utama pemerintah kita, mengingat Indonesia sudah mencanangkan sebagai negara sehat dan bebas  sampah di Tahun 2025. Berbagai langkah sudah dirancang dan sebagian sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang tidak ada habisnya ini. Salah satunya adalah dengan melakukan edukasi tentang diet plastik yang dilakukan oleh pemerintah, bekerja sama dengan berbagai macam lembaga independen.

Beberapa waktu belakang ini pun, Indonesia melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk mengolah sampah yang ada di Indonesia menjadi aspal dan energi listrik. Sebagaimana dikutip dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/, negara yang membantu Indonesia menjalankan teknologi pengolahan sampah menjadi aspal dan energi listrik ini antara lain Prancis, Jepang, Swedia, India dan Korea.

Dikarenakan sampah plastik terbuat dari plastic masterbatchPolymer Additives, dan beberapa bahan tambahan lainnya (filler), maka sampah-sampah ini sangat potensial untuk dirubah menjadi aspal atau energi listrik karena mengandung senyawa hidrokarbon yang mirip dengan bahan bakar minyak bumi atau gas alam. Sampah-sampah ini akan dikumpulkan dan di sortir berdasarkan tingkat pengolahannya, dari yang mudah hingga yang sulit. Kemudian sampah-sampah tersebut diolah dengan berbagai macam cara. Yang termudah adalah menggunakan incerinator atau pembakaran yang nantinya menghasilkan energi panas. Sedangkan langkan lain untuk mengolah sampah ini adalah dengan melakukan katalisasi yang bisa memecah rantai karbon, dan menjadikannya bahan bakar. Pengolahan yang lebih rumit biasanya merubah sampah tersebut menjadi gas.

Rencananya program ini akan diterapkan di beberapa pengolahan sampah akhir seperti TPA Bantar Gebang, Bekasi. Setelah sebelumnya dilakukan uji coba pengolahan sampah di Bali, teknologi ini cukup effisient merubah 80% sampah plastic additive menjadi energi listrik.

 

Leave a Reply